LAPORAN AKHIR 1
a. Prosedur
1. Rangkai alat sesuai prosedur modul
2. Buka software proteus lalu rangkai komponen sesuai dengan gambar yang ada di modul
3. Buka software STM32CubeIDE lalu lakukan konfigurasi pin pada STM untuk menentukan GPIO input dan GPIO output
4. Masukan program ke dalam STM32
5. Jalankan program
c. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja
Deteksi Suhu (Input Analog): Sensor LM35 mendeteksi suhu lingkungan dan menghasilkan output tegangan linier sebesar 10 untuk setiap kenaikan suhu satu derajat Celcius.
Konversi Data (ADC): Tegangan analog dari sensor tersebut masuk ke pin ADC STM32F103C8T6 untuk dikonversi menjadi nilai digital 12-bit (0–4095).
Pengolahan Logika Kontrol: Mikrokontroler menghitung nilai suhu sebenarnya dari data ADC tersebut, kemudian membandingkannya dengan parameter suhu yang diinginkan untuk menentukan kecepatan kipas.
Penggerak Daya (Motor Driver): Karena pin mikrokontroler tidak dapat menyuplai arus besar, sinyal kendali diteruskan ke Motor Driver L298N yang berfungsi sebagai sakelar daya untuk menggerakkan kipas DC.
Modulasi Kecepatan (PWM): Mikrokontroler menggunakan sinyal PWM untuk mengatur kecepatan kipas; semakin tinggi suhu yang terdeteksi, semakin besar duty cycle yang diberikan sehingga kipas berputar lebih cepat.
Interaksi Manual (Interrupt): Push Button yang dikonfigurasi dengan sistem Interrupt (EXTI) memungkinkan pengguna untuk mematikan atau menyalakan sistem secara instan tanpa terhambat oleh proses pembacaan sensor yang sedang berjalan.
Manajemen Waktu: Sistem menggunakan fungsi
HAL_GetTick()untuk mengatur interval pembacaan sensor dan pembaruan kecepatan kipas secara berkala tanpa menghentikan aliran program utama (non-blocking).
d. Flowchart dan Listing Program
- Flowchart
- Listing Program
Komentar